Presiden AS, Donald Trump RESMI RELEASE Dokumen Pembunuhan John F. Kennedy TANPA SENSOR.?

Top Post Ad

Edisi: 1090
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: LIFE|Properti

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Selasa (18/03), resmi release dokumen tanpa sensor terkait pembunuhan Presiden Ke-35 AS John F. Kennedy (JFK) di tahun 1963 silam. 

langkah Trump tersebut, untuk memenuhi janji kampanyenya dalam meningkatkan transparansi mengenai peristiwa mengejutkan tersebut.

sejumlah dokumen dalam bentuk salinan elektronik mulai dipublikasikan di situs Arsip Nasional AS. 

Trump, mengatakan, Senin, (17/03/25) bahwa; pemerintahannya akan merilis sekitar 80.000 halaman dokumen.

"Jumlah dokumen ini sangat luar biasa banyak,

anda perlu banyak membaca."|Trump (Presiden AS) 

Dokumen berisikan teori konspirasi pembunuhan J.F. Kennedy, 

"Presiden Trump sedang membuka era baru transparansi maksimal."|Tulsi Gabbard (Direktur Intelijen Nasional) dalam cuitannya di platform X.

Pembunuhan Kennedy telah lama dikaitkan dengan satu pelaku tunggal, Lee Harvey Oswald. 

Kesimpulan tersebut, ditegaskan kembali oleh Departemen Kehakiman AS dan lembaga federal lainnya selama beberapa dekade. 

Namun, jajak pendapat menunjukkan, banyak warga AS percaya bahwa; kematian Kennedy merupakan sebuah konspirasi.

Dokumen digital yang baru dirilis juga menyebutkan berbagai teori konspirasi, termasuk dugaan bahwa Lee Harvey Oswald meninggalkan Uni Soviet pada 1962 dengan tujuan untuk membunuh Presiden Kennedy.

Namun, ada juga dokumen yang meragukan keterkaitan Oswald dengan Uni Soviet. 

salah satunya, dokumen tertanggal November 1991 yang mengutip laporan dari seorang Profesor asal AS bernama E.B. Smith. 

Profesor Smith, mengatakan, dirinya berbicara dengan pejabat KGB di Moskow bernama "Slava" Nikonov, yang telah meninjau lima dokumen tebal tentang Oswald untuk menentukan keterlibatannya sebagai agen KGB.

"Nikonov kini yakin, Oswald tidak pernah menjadi agen KGB."|Prof. Smith, dalam laporannya.

para pakar justru meragukan, kumpulan informasi yang baru dirilis itu akan mengubah fakta utama bahwa; Oswald menembak Kennedy dari jendela sebuah sekolah saat iring-iringan kepresidenan melintas di Dealey Plaza, Dallas.

"mereka yang mengharapkan adanya pengungkapan besar kemungkinan akan kecewa."|Larry Sabato, Direktur Pusat Politik di Universitas Virginia yang menulis buku tentang pembunuhan JFK.

Sabato, mengatakan bahwa; sebagian dokumen yang dirilis mungkin hanya merupakan versi baru dari materi yang sebelumnya telah dipublikasikan, dengan hanya sedikit kata yang disensor.

sebagian besar dari koleksi lebih dari 6 juta halaman dokumen, foto, film, rekaman suara, dan artefak terkait pembunuhan Kennedy sudah pernah dirilis sebelumnya.


Dugaan Keterlibatan CIA, 

Dokumen digital yang dirilis juga mencakup memo dalam format PDF, termasuk satu dokumen berlabel "rahasia" yang berisi catatan wawancara yang diketik dengan tambahan catatan tangan dari seorang peneliti Komisi Warren pada 1964.

Wawancara itu dilakukan dengan Lee Wigren, seorang pegawai CIA, terkait ketidaksesuaian informasi yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS dan CIA kepada komisi mengenai pernikahan antara perempuan asal Soviet dan pria asal AS.

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Trump, Robert F. Kennedy Jr., yang merupakan putra Robert Kennedy sekaligus keponakan John F. Kennedy, meyakini CIA terlibat dalam kematian pamannya. 

Namun, tuduhannya itu dibantah keras oleh CIA.

Kennedy Jr. juga meyakini hal serupa, di mana ayahnya dibunuh oleh lebih dari satu orang, sebuah klaim yang bertentangan dengan laporan resmi kasus pembunuhan ayahnya.

salah satu kemungkinan pernyataan dari dokumen yang baru dirilis itu adalah bahwa CIA mungkin lebih mengetahui tentang Oswald dibanding apa yang sudah diakui. 

masih terdapat pertanyaan mengenai informasi yang dimiliki CIA tentang kunjungan Oswald ke Kota Meksiko enam pekan sebelum tragedi pembunuhan, di mana saat itu, Oswald mengunjungi kedutaan Soviet.

"bagi banyak orang yang telah menunggu selama puluhan tahun, perilisan ini akan menjadi sesuatu yang sangat menarik."|Trump (Presiden AS) 

Trump, bertekad, akan merilis dokumen terkait pembunuhan aktivis hak sipil Martin Luther King Jr. dan Senator Robert Kennedy, yang keduanya dibunuh pada tahun 1968.


BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Sejarah, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: AFP, Reuters, AP, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Below Post Ad

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®