Pawai Ogoh-Ogoh, Tontonan Menarik Warga Kota Kupang.?

Edisi: 1099
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: FS|Properti

KUPANG TIMES - Umat Hindu di Kota Kupang merayakan Upacara Melasti, Pengerupukan /atau Taur Agung Kesanga, dan Pawai Ogoh-Ogoh. 

Upcara tersebut, bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan dan ketulusan umat dalam menyucikan diri sebelum memasuki Catur Brata Penyepian pada, Sabtu, (29/03/25)

Upacara Melasti, Taur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh, berlangsung pada, Jum'at, (28/03/25) di Pura Oeba Nanta dan Jalan El Tari Kupang. 

Tema Perayaan Nyepi Saka 1947 Tahun 2025 Masehi yang disampaikan oleh Panitia Penyelenggara adalah, “Manawa Sewa Madawa Sewaartinya; Melayani Sesama dan Melayani Tuhan, Mewujudkan Indonesia Emas 2045, Bersama untuk Kemajuan Umat Hindu di Kota Kupang.

Khusus pawai ogoh-ogoh, menjadi tontonan menarik warga Kota Kupang dari berbagai suku, etnis, dan agama. 

terlihat, warga Kota Kupang sangat antusias, saat menyaksikan upacara keagamaan Umat Hindu ini di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).



Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana pada upacara Pengerupukan /atau Taur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh yang berlangsung pada, Jum'at, (28/30/25) sore di Jalan El Tari Kupang, menjelaskan, pawai ogoh-ogoh, patung-patung yang mewakili makhluk mitologi diarak di jalan-jalan, dan menjadi tontonan masyarakat di Kota Kupang. 

terlihat, dalam Pawai Ogoh-ogoh tersebut diselingi dengan musik dan tarian tradisional.

sementara upacara Melasti melambangkan penyucian benda-benda suci. 

“H-1 sebelum hari raya Nyepi itu adalah pengerupukan atau tawur agung kesanga,

Mecaru namanya, mengorbankan hewan dengan berbagai jenis warna ayam dan lain sebagainya tapi prinsipnya hari ini adalah kita tawur atau kita membayar hutang kita kepada Sang Pencipta dan alam ini, 

dan bahwa; kita sebagai umat manusia masih menjalin hubungan yang baik dengan manusia dan manusia, manusia dengan alam sekitarnya, dan manusia dengan yang tegak lurus kepada Tuhannya, 

Dan acara pengerupukan ini ditutup dengan acara ogoh-ogoh."|dr. I Wayan Ari Wijana (Ketua PHDI Kota Kupang) 


di kesempatan yang sama,  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo sebelum melepas Peserta Pawai Ogoh-Ogoh, meminta, umat Hindu di Kota Kupang, supaya tidak saja melakukan pawai Ogoh-Ogoh sebagai salah satu Wisata Religi saja, akan tetapi kegiatan hari besar agama hindu lainnya. 

hal tersebut sangat menarik dan menjadi tontonan masyarakat Kota Kupang dari berbagai etnis dan lintas agama.

“Keluarga besar Parisada Hindu Darma saya sampaikan, jangan hanya acara seperti; pawai ogoh-ogoh, 

Kedepan satu tahun kalau ada acara besar keagamaan umat hindu yang lainnya boleh kita bikin /atau buat, 

“Jadi satu tahun kita bikin empat lima kali.. kan masih ada hari raya kuningan, galungan, kita hajar disini.. kenapa tidak.. karena inikan jadi wisata religi kita, banyak kerumunan orang menyaksikan, dan banyak UMKM yang hadir disini juga."|dr. Christian Widodo (Wali Kota Kupang).

dr. Chris, berjanji, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan umat hindu di Kota Kupang melalui pendanaan. 

“Kalau ada acara besar keagamaan umat hindu, saya izinkan, saya perboolehkan, bahkan saya dukung kedepan dengan anggaran, itu harapan kami."|dr. Christian Widodo (Wali Kota Kupang) 

dr. Chris, mengatakan bahwa; upacara Pengerupukan dan Pawai Ogoh-ogoh bukan sekedar rutinitas tahunan akan tetapi ajang silaturahmi.

Pengerupukan /atau Taur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh yang berlangsung di Jalan El Tari Kota Kupang, Jum'at, (28/03/25) mendapat perhatian warga, seraya berharap tetap terlaksana sebagai wadah wisata religi masyarakat.





BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Budaya, Religius, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Humas Pemkot Kupang, Parisada Hindu Dharma Indonesia, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®