Istana: 'Teror Kepala Babi Ke Kantor Tempo BUKAN Ancaman.'

Edisi: 1092
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: NH|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengatakan, teror kepala babi yang dikirim ke Kantor Tempo bukan merupakan ancaman.

Pandangan Hasan tersebut, didasari sikap wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik Francisca Christy Rosana /atau Cica di media sosial. 

Francisca, kata Hasan, menanggapi teror itu dengan lelucon.

"Kami tidak mau dikaitkan dengan itu.. Kan dianggap becanda oleh mereka itu 'kalau bisa dikirim daging aja bisa dimakan mungkin itu bisa dimasak.'

Jadi menurut saya itu bukan ancaman."|Hasan Nasbi (Kepala Kantor Kepresidenan), saat di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, Jum'at, (21/03/25)

Hasan, mengatakan, masalah tersebut, merupakan masalah Tempo dengan pihak lain. 

Pemerintah tidak mau dikaitkan dengan teror tersebut. 

"ini kan kami engga tahu.. ini problem mereka dengan entah siapa.. entah siapa yang mengirim.. buat saya engga bisa tanggapi apa-apa."|Hasan Nasbi (Kepala Kantor Kepresidenan)

Hasan, mempertanyakan, apakah kepala babi yang dikirim memang benar seperti itu /atau hanya lelucon (jokes). 

Sebab, redaksi Tempo menanggapi teror itu dengan jokes.

"Apakah itu beneran seperti itu /atau cuma jokes.. Karena mereka menanggapinya dengan jokes."|Hasan Nasbi (Kepala Kantor Kepresidenan).

Hasan pun meminta tidak perlu membesarkan kasus teror ini. 

Pemerintah Prabowo Subianto menjamin kebebasan pers.

"Pemerintah tidak ikut campur sama sekali dalam membuat berita, 

Pemerintah hanya meluruskan kalau medianya salah paham..

Kami luruskan.. Kalau nulis statemen salah kami luruskan."|Hasan Nasbi (Kepala Kantor Kepresidenan)

Konsorsium Jurnalisme Aman, yang terdiri dari Yayasan Tifa, Human Rights Working Group (HRWG), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) sebelumnya mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan nyata terhadap kebebasan pers. 

Desakan tersebut, mengemuka, menyusul aksi teror berupa; pengiriman paket berisi kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), pada Rabu, (19/03/25)

Direktur Eksekutif Yayasan Tifa, Oslan Purba, mengatakan, pengiriman paket berisi kepala babi merupakan bentuk teror terhadap kebebasan pers, mencerminkan kecenderungan negara yang otoriter, dan anti-kritik. 

“Pemerintah, harus menjamin kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Indonesia."|Oslan Purba (Direktur Eksekutif Yayasan Tifa), dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Maret 2025.


cukup tahu • Cica adalah salah satu host siniar “Bocor Alus Politik.”

Paket berisi kepala babi itu baru dibuka pada Kamis sore, 20 Maret 2025. 

sebelumnya, host siniar lainnya, Hussein Abri Dongoran, mengalami dua kali perusakan kendaraan oleh orang tidak dikenal pada Agustus dan September 2024. 

Kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas jurnalistik yang dilakukan Hussein.

Berdasarkan data Indeks Keselamatan Jurnalis 2024 yang disusun Yayasan Tifa bersama PPMN dan HRWG melalui kerja sama dengan Populix, ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis masih terjadi di masa transisi pemerintahan. 

dari survei terhadap 760 jurnalis di Indonesia, 24% di antaranya mengalami teror dan intimidasi, 23% menghadapi ancaman langsung, 26% mendapat pelarangan pemberitaan, dan 44% mengalami pelarangan liputan.

Direktur Eksekutif PPMN, Fransisca Ria Susanti, memperingatkan bahwa; jika aksi teror ini tidak diusut tuntas, kekerasan terhadap jurnalis dapat meningkat. 

“Kita tidak ingin jurnalis, juga masyarakat, hidup dalam ketakutan hanya karena bersikap kritis terhadap kekuasaan atau punya pandangan berbeda dari pemerintah.”|Fransisca (Direktur Eksekutif PPMN) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: TCO, PPMN, HRWG Yayasan Tifa, Kantor Kepresidenan, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®