Edisi: 1087
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
USA, KUPANG TIMES - Juri di Pengadilan California memerintahkan Starbucks untuk membayar ganti rugi sebesar USD 50 Juta /atau IDR 820 Miliar, Kurs IDR 16.400 /USD, kepada seorang pengemudi /atau kurir makanan yang menderita luka bakar parah, setelah dirinya terkena tumpahan minuman panas.
tragedi tersebut dialaminya, karena tutup gelas Starbucks yang tidak terpasang dengan benar.
Insiden tersebut terjadi pada tanggal 8 Februari 2020 lalu, ketika Michael Garcia, seorang pengemudi pengantar, mengambil pesanan di Starbucks drive-through di Los Angeles.
berdasarkan berkas pengadilan, barista Starbucks gagal mengamankan salah satu minuman panas dengan benar di dalam wadah minuman, yang menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan Garcia mengalami luka bakar tingkat tiga, kerusakan saraf, dan cacat.
Pengacara Garcia, Michael Parker, mengatakan bahwa; kliennya diberi wadah minuman berisi tiga minuman.
Namun, salah satu minuman panas tersebut tidak diletakkan dengan aman, menyebabkannya jatuh dan tumpah ke pangkuan Garcia.
cedera yang dideritanya digambarkan sangat menghancurkan secara fisik dan emosional, yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidupnya, dilansir dari CNN.
Juri memutuskan mendukung Garcia, dengan menyebutkan rasa sakit fisik, tekanan mental, dan gangguan jangka panjang sebagai faktor dalam pemberian kompensasi substansial.
menanggapi putusan tersebut, Starbucks menyatakan ketidaksetujuannya dengan putusan tersebut dan mengumumkan rencana untuk mengajukan banding.
"Kami bersimpati dengan Tuan Garcia, tetapi kami tidak setuju dengan keputusan juri bahwa; kami bersalah atas insiden ini dan yakin bahwa ganti rugi yang diberikan terlalu berlebihan,
Kami selalu berkomitmen pada standar keselamatan tertinggi di toko kami, termasuk penanganan minuman panas."|Jaci Anderson (Jubir Starbucks), dilansir dari Los Angeles Daily News.
sementara itu, tim kuasa hukum Garcia, mengatakan bahwa; kehidupan klien mereka telah berubah secara permanen, karena kelalaian Starbucks.
"Kehidupan Michael Garcia telah berubah selamanya,
tidak ada jumlah uang yang dapat membatalkan kerusakan permanen yang dideritanya, tetapi putusan juri ini merupakan langkah penting dalam meminta pertanggungjawaban Starbucks atas pengabaian yang mencolok terhadap keselamatan pelanggan dan kegagalan untuk menerima tanggung jawab."|Nick Rowley (Lawyer dan salah satu pendiri Trial Lawyers for Justice)
dilansir dari laporan Los Angeles Daily News, sebelum persidangan, Starbucks telah mengajukan tawaran penyelesaian, awalnya mengusulkan USD 3 Juta dan kemudian meningkatkan jumlahnya menjadi USD 30 Juta.
Garcia bersedia menerima tawaran tersebut dengan syarat Starbucks menerbitkan pernyataan permintaan maaf secara resmi, merevisi kebijakannya, dan menginstruksikan gerainya untuk memeriksa ulang keamanan minuman panas sebelum menyerahkannya kepada pelanggan.
Namun, Starbucks dilaporkan menolak untuk menyetujui persyaratan tersebut, yang menyebabkan kasus tersebut berlanjut ke persidangan.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pelayanan, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Trial Lawyers for Justice, Starbucks LA, Pengadilan California, Los Angeles Daily News, CNN,
| Penerbit: Kupang TIMES