ENSIKLOPEDI: 'Mengenal Pulau Sommaroy, yang Menggagas Pulau tersebut Tidak Berlakukan Zona Waktu 24 Jam.?'

Edisi: 1.100
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: WP|Properti

KUPANG TIMES - Pernahkah kamu mendengar perbedaan waktu di setiap negara.? 

Perbedaan waktu ternyata terjadi akibat dunia ini berputar, sehingga tidak memungkinkan untuk bisa memiliki persamaan waktu. 

sebagai contoh, apabila di Indonesia sudah memasuki hari Senin pagi, maka di Amerika Serikat masih hari minggu malam. 

Zona waktu di dunia tersebut, dihitung berdasarkan letak geografis suatu negara.

berdasarkan letak geografis tersebut, bisa saja sebuah negara mempunyai waktu yang lebih awal /atau lebih cepat dari GMT (Greenwich Meredian Time) ataupun lebih lambat sebelum GMT.

tetapi pernahkah kamu mendengar, ada wilayah di bumi ini, tidak memiliki zona waktu.? 

tentu saja hal itu mustahil, karena bumi selalu berputar.

akan tetapi wilayah tersebut ternyata ada.? satu wilayah di bumi yang tidak berlakukan zona waktu 24 Jam. 

Kok Bisa dan dimana Wilayahnya.? 

Wilayah tersebut adalah pulau Sommaroy, Norwegia.

Pada tahun 2019 lalu, penduduk Pulau Sommaroy, menggagas dan melakukan kampanye untuk tidak berlakukan zona waktu konvensional 24 Jam. 

namun, hingga saat ini, gagasan tersebut belum bisa diwujudkan secara resmi. 

akan tetapi, apabila diwujudkan, maka Pulau Sommaroy akan menjadi pulau pertama di dunia, yang berlakukan zona bebas waktu tersebut, dilansir dari The Guardian, Selasa, (25/06/2019) lalu. 


Berikut, Fenomena Pulau Sommaroy, yang tidak berlakukan zona waktu 24 Jam, antara lain:

1. Matahari Tidak Terbenam saat Musim Panas dan Tidak Terbit saat Musim Dingin, 

Pulau yang terletak di sisi barat Kota Tromso itu, akan jadi yang pertama menerapkan konsep zona bebas waktu /atau time-free zone. 

Hal tersebut, dikarenakan penduduk pulau Sommaroy yang sering mengalami peristiwa unik. 

menurut penduduk pulau Sommaroy, waktu dalam pemahaman tradisionalnya nyaris tidak berarti di sana.

Hal tersebut, dikarenakan, di pulau Sommaroy, matahari tidak terbit saat musim dingin. 

sedangkan ketika musim panas, matahari terus bersinar selama 69 hari tanpa pernah tenggelam. 

dan di pulau Sommaroy, matahari tidak terbit dari November hingga Januari. 

selain rentang bulan tersebut, penduduk pulau Sommaroy, akan terus merasakan sinar matahari dalam waktu yang lama.

Jadi selama itu, zona waktu konvensional hampir diabaikan penduduk Sommaroy. 

dilihat dari lokasinya yang sangat dekat dengan Kutub Utara, Pulau Sommaroy memang memiliki keunikan geografi yang membuatnya berbeda.

2. Memberlakukan Bebas Waktu, 

Fenomena perputaran siang dan malam yang ekstrem tersebut biasa terjadi. 

Karena letaknya pulau Sommaroy di Lingkaran Arktik. 

Sehingga masyarakat disana membuat konsep bebas waktu yang sesungguhnya. 

bagaimana aktivitas bebas waktu bisa terlewati.? 

dilansir dalam website The Guardian, konsep waktu yang diterapkan di Sommaroy memberikan kebebasan pada penduduknya untuk melakukan apapun tanpa terjebak waktu. 

selain itu, juga dikaitkan dengan keadaan rentan stres dan depresi.

dengan konsep ini, setiap orang bisa melakukan perjalanan hidupnya dan fleksibilitas secara penuh. 

dalam artian, warga melakukan aktivitas sesuai ritme alami, tanpa tekanan dari waktu konvensional 24 Jam. 

bahkan warga dan wisatawan yang antusias dan tertarik dengan gagasan tersebut, akan meninggalkan jam tangannya dan menempelkan ke jembatan arah masuk ke pulau Sommaroy. 

Namun, warga sekitar harus terbiasa dengan konsep bebas waktu tersebut. 

seperti halnya harus tetap menjaga siklus tidurnya, menjaga diri dari paparan sinar matahari sepanjang hari /atau menggunakan tirai gelap, tergantung pada musimnya. 

Karena berkaitan dengan kesehatan tubuh yang tidak hanya terjaga saat melakukan kegiatan yang diinginkan tanpa jebakan waktu. 

Tetapi juga berkaitan dengan kekebalan tubuh, kesehatan jantung maupun rasa lapar.

3. Sebuah Desa Nelayan, 

Pulau Sommaroy disebut sebagai sebuah desa nelayan tua yang memiliki populasi sekitar 300 an jiwa penduduk. 

disebut demikian, karena terlihat khas dengan kawasan yang terdapat armada penangkapan ikan lokal beserta industri pengolahannya. 

dilansir dalam website nordnorge, awalnya ketika sebagian orang berada di tempat yang disebut Pulau Hillesoya berdekatan, menggembalakan sapi di Sommaroy pada musim panas. 

Namun, seiring bergantinya waktu, mulai terjadi perkembangan semenjak adanya motorisasi armada penangkapan ikan. 

sehingga dibangun pelabuhan yang lebih layak. 

hasil utama dari sektor penangkapan ikan di pulau Sommaroy adalah ikan haring. 

dimana hasil tangkapan tersebut diolah lalu dikemas di industri pengolahan yang canggih. 

Kemudian dibekukan dan diekspor ke berbagai negara. 

Sehingga kelompok nelayan ini menjadi penyumbang ekonomi nasional yang penting dengan nilai per kapita cukup besar. 

Maka dengan alasan ini, pulau Sommaroy juga disebut desa nelayan tua. 

4. Fenomena Alam Menakjubkan, 

Fenomena siang dan malam yang ekstrem di Pulau Sommaroy juga menyuguhkan pemandangan yang tidak kalah indah. 

Hal ini juga disebutkan dalam website nordnorge, di sebelah utara terdapat pulau kecil di Tromso. 

disana terdapat pulau bernama HÃ¥ja yang mana paling tinggi sekitar 486 meter langsung dari air. 

bahkan bentuknya disebut sama dengan Katedral Arktik di Tromso. 

LALU disebelah selatan, dapat terlihat sampai ke Tanjung Kjolva yang terlihat senja yang curam sepanjang pantai. 

Sedangkan ke arah timur pedalaman, dapat terlihat pegunungan Kvaloya dan Storhavet berada disebelah baratnya. 

Begitu pun saat musim panas, bisa terlihat sinar matahari yang menghiasi tengah malam dan terletak tepat di barat Pulau HÃ¥ja. 

Terdapat juga pantai berpasir putih dan banyak teluk dangkal serta hangat di Sommaroy. 

Selama musim panas, air yang hangat, bisa dijadikan pilihan untuk berenang. 

Namun, biasanya pengunjung memilih berjalan-jalan santai di pantai /atau sekedar menikmati pemandangan yang ada. 

Fenomena alam yang menakjubkan lainnya seperti Cahaya Utara (Northern Lights). 

Jadi zona bebas waktu akan memberikan kebebasan dalam beraktivitas. 

Namun, hal seperti ini juga harus lebih profesional dalam mengatur waktu antara kegiatan sehari-hari dan waktu untuk beristirahat. 

Sebab tubuh ini sudah diatur dalam adaptasi dengan siklus 24 jam yang berasal dari rotasi bumi. 

Sehingga tidak bisa sepenuhnya untuk dilawan, jadi harus lebih bijak ya dalam memanfaatkan waktu. 

Semoga Bermanfaat.! 


BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Edukasi, Alam, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: The Guardian, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®